"Alsen ...?" panggil Olivia. Dia mengubah posisi tidurnya menjadi duduk di kepala ranjang. "Bagaimana kondisi kamu? Apa sudah lebih baik?" tanya Alsen. Dia meninggalkan kantor sejak satu jam yang lalu untuk melihat keadaan Olivia yang katanya sedang sakit dari semalam. Olivia berkali-kali menghubungi Alsen, tetapi tak Alsen jawab satu pun teleponnya. Mana mungkin Alsen mengangkat telepon Olivia sementara Kania sedang berada di sisinya, memeluk erat tubuhnya sambil bercerita banyak hal. Sepenting apa pun telepon yang masuk, jika Kania sedang membutuhkan dirinya maka Alsen akan mengabaikan itu. Dia sudah banyak menghabiskan waktu di luar rumah--seharian penuh, kadang malam pun masih mencuri-curi waktu menyelesaikan pekerjaan. Waktu Alsen bersama Kania singkat sekali, dia tidak akan menyia-

