Kania menutup mulutnya ketika melihat keadaan rumah kediamannya bersama kedua orang tua sudah rusak bagian depannya. Entah dari kaca jendela yang pecah, pintu yang rusak, bahkan dinding pun ada yang koyak serta retak sana sini. Sebentar lagi, roboh jika peneror itu tetap berusaha merusaknya. Alsen membawa Kania ke dalam pelukannya. "Tenanglah, kita akan memperbaiki rumah ini kembali. Seperti semula, hum?" Kania mengangguk. "Ini bukan salah kamu atau siapa pun, mereka hanya mencari celah membuat kamu tertekan. Sebab itu mereka mencari tahu apa dan siapa saja yang penting dalam hidup kamu. Mereka akan menghancurkannya lewat sana." Kania mendongak. Dia terkejut bukan main. Jika peneror itu tahu rumahnya, berarti dia juga tahu mengenai keluarga Reynal? "A-apa peneror itu juga akan menggang

