A and K | 59

1542 Kata

Sehabis rapat di rumah tahanan, Alsen segera menuju kediaman Kania lagi. Dia ingin menjemput istrinya di rumah Reynal, ini sudah hampir malam. Sesampainya di rumah Reynal, Alsen memencet Bell, tidak lama setelah itu pintu tersebut terbuka. Reynal berdiri di ambang pintu. Mengenakan kaos putih dan celana hitam seperti sebelumnya. Reynal mengulas senyum ramah. "Kania ada? Saya ingin menjemputnya pulang." Alsen sudah bisa bersikap lebih ramah kepada Reynal. Sebab dia tahu Kania sangat menghormati pria yang telah berjasa menjaga Kania semenjak orang tuanya meninggal dunia. Reynal yang selalu ada untuk Kania, jika tidak pria itu Kania tidak memiliki teman dan rasa aman dari orang-orang sekitar. Hanya keluarga Reynal yang benar-benar sangat peduli seperti layaknya keluarga sendiri--meski tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN