A and K | 48

1670 Kata

Hingga dini hari, Kania belum juga bisa tidur, dia gelisah--melakukan banyak gerakan, balik kanan dan kiri. Sesekali juga meringis seperti menahan tangis. "Nia?" Alsen yang merasakan setiap pergerakan Kania dapat membaca dengan jelas jika istrinya tersebut dalam keadaan tidak baik-baik saja. "Kamu belum tidur? Apa yang lagi kamu pikirin? Ini sudah hampir jam satu, tidurlah. Nanti kamu sakit." Kania semakin menenggelamkan wajahnya pada leher Alsen. "Aku nggak bis tidur, Al." Alsen mengerutkan kening. "Kenapa? Ada yang mengganggu pikiran kamu?" Kania mengangguk. Dia tipikal orang yang selalu jujur jika ingin hubungan tetap berjalan baik. Seperti bersama Reynal pun Kania berusaha selalu berkata apa adanya. Buktinya mereka jarang bertengkar, hubungan semakin erat. "Ada? Apa? Kok nggak ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN