"Santa, aku mohon maafkan aku. Jangan tinggalkan aku!" mohon Eric berlutut di depan kaki istrinya. "Aku tidak mau bercerai darimu. Izinkan aku memperbaiki semua kesalahanku," ucapnya tanpa peduli lagi dengan rasa gengsi. Dia hanya berharap bisa mendapatkan maaf dari istri yang begitu dia cintai ini. "Untuk apa, Eric? Apa luka yang kau turihkan bisa terobati ketika aku memberimu maaf?" Santa menatap suaminya sinis. Wanita berkelas itu berdiri dari duduknya. Keputusannya untuk berpisah dari sang suami sudah bulat. Dia tidak bisa bertahan dengan lelaki yang tak bisa memegang komite kesetiaan. Apalagi suaminya sudah memiliki anak dari wanita lain, siapa yang akan terima? Dia jelas tidak suka hal tersebut. Dia tidak ikhlas, apalagi mengingat wajah pelakor yang sudah menghancurkan hidup suam

