Bee memutar bola matanya malas mendengar ucapan Bastian. "Kau yakin, Tuan? Lalu bagaimana dengan kekasihmu?" tanya Bee ketus. Entahlah, dia tidak suka menyebut nama kakaknya itu. "Kenapa? Kau cemburu?" goda Bastian menatap wajah Bee jahil. Bee langsung gugup. Jangan sampai ketahuan bahwa dia sedang cemburu saat membicarakan tentang kakaknya tersebut. "Si-siapa yang c-em-buru?" kilah Bee memalingkan wajahnya kesembarangan arah. Bastian terkekeh pelan. Kenapa dia suka sekali melihat wajah Bee yang cemburu seperti itu? Sejenak keduanya terdiam. Bastian menatap bulu mata lentik sang istri. Jantungnya berdebar dan berdegup kencang, entah apa yang dia rasakan? Kenapa rasanya sebahagia ini bisa berada di dekat Bee. Sementara wanita itu tak mau berharap banyak, walau Bastian meminta ag

