"Argh!" Bram meringgis ketika membuka mata. Kepalanya masih terasa berdenyut sakit. Lelaki itu duduk dan mengumpulkan nyawanya yang terasa melayang karena alkohol yang dia minum semalam. "Aku di mana?" lirih lelaki itu sembari memegang kepalanya yang masih berdenyut. Dia menyimak selimut yang menutupi tubuhnya. Dia hempaskan napas kasar ketika melihat pakaian yang masih utuh membungkus tubuh. "Ini bukan kamarku," ucapnya lagi menyapu setiap benda yang ada di dalam kamar tersebut dengan pandangan matanya. Tidak lama kemudian pintu terbuka. Terlihat Herwin masuk ke dalam kamar. "Selamat pagi, Tuan," sapa Herwin. "Aku di mana, Win?" tanya Bram. "Anda masih berada di club Tuan Lucas, Tuan," jawab Herwin. "Ini pakaian ganti Anda." Lelaki itu meletakkan paper bag di atas ranjang.

