Bab 46. IKCD

1011 Kata

"Herwin berhenti!" perintah Bram. "Iya, Tuan." Herwin menepikan mobilnya. Bram memincingkan matanya menatap para gadis yang turun dari mobil tersebut. "Apakah itu Bee?" tanya Bram. Herwin ikut melihat kearah pandang Bram lalu mengangguk. "Iya, Tuan. Itu Nona Bee," jawab Herwin. "Apa yang dia lakukan? Bukankah Kak Bastian tidak mengizinkan istrinya keluar?" gumam Bram yang masih di dengar oleh Herwin. "Itu ada Nyonya Besar juga, Tuan," laptop Herwin. "Mommy?" Kening Bram semakin mengerut heran. Tumben ibunya tersebut mau bergabung dengan orang lain. "Benar, Tuan. Itu Nyonya Besar," jelas Herwin. "Herwin, kirim pengawal untuk mengawasi mereka!" titah Bram. "Baik, Tuan." Herwin segera meronggoh jasnya lalu menghubungi para anak buah untuk melindungi Bee. Entah kenapa s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN