"Tuan Muda!" Bik Liam membungkuk hormat ketika melihat Bastian ada di depan pintu kamarnya. "Di mana istriku?" tanya Bastian dengan tangan yang dia masukan di dalam saku celananya. "Ada di dalam, Tuan. Silakan masuk!" ucap Bik Liam sopan. Bastian masuk ke dalam kamar pelayan tersebut. Hatinya teriris sakit melihat sang istri yang terlelap di atas kasur tipis. Perasaan bersalah menyeruak masuk ke dalam rongga dadanya. Lelaki itu duduk di bibir ranjang. Tangannya mengulur menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah sang istri. "Apa saja kegiatannya seharian ini, Bik?" tanya Bastian. "Tadi Nona meminta saya membuatkan rujak mangga muda, Tuan," jawab Bik Liam. "Rujak mangga muda?" ulang Bastian sekali lagi. "Iya, Tuan. Nona sangat ingin makan mangga muda," sahut Bik Liam lagi

