Tata mencari pakaian yang bisa dia pakai. Dia mengambil satu kemeja putih yang tampaknya panjang dan bisa menutupi tubuh polosnya. "Entah, kenapa nasibku jadi begini?" tanyanya pada diri sendiri sambil memasang kemeja panjang itu. Setelah memakai kemeja yang sampai lutut itu. Tata menatap pantulan dirinya di depan cermin. Hatinya terenyuh ketika melihat tanda kemerahan seperti lukisan di leher wanita tersebut. "Aku benar-benar sudah rusak. Tak ku sangka akan kehilangan mahkotaku sebelum menikah. Apa yang harus aku jelaskan pada suamiku nanti? Apa dia akan menerima aku pada adanya?" Tata mengusap air matanya dengan kasar. Ingin rasanya dia berteriak dan marah tetapi pada siapa? Dia juga salah karena tak bisa menjaga diri dengan baik. "Apa aku akan terus duduk di situ?" sindir lelak

