Bastian turun dari mobil sambil menggendong tubuh kecil istrinya. Tak hanya panik tetapi dia juga menangis. Rasa takut dan cemas akan kehilangan itu kian menjelma menjadi hal-hal yang menakutkan. Dia sudah pernah kehilangan Alena dia masa lalu. Rasa sakitnya sampai sekarang masih ngilu di ulu hati. Walah pada akhirnya dia pertemukan tetapi perasaan sudah tak sama seperti dulu lagi. "Cepat periksa istriku!" teriak Bastian. Para dokter dan perawat yang bertugas di ruang UGD sontak berhambur ke arah Bastian serta menyiapkan semua alat medis untuk memeriksa kondisi Bee. Bastian meletakkan istrinya dengan pelan. Badannya sampai bergetar dengan wajah pucat karena ketakutan. "Sayang, kau harus bertahan. Jangan tinggalkan aku pergi. Aku takut kehilanganmu. Kau segalanya," ucap Bastian meng

