"Huwek!" Bee berlari ke kamar mandi. Wanita itu memuntahkan semua isi yang ada di dalam perut. Sayangnya yang keluar hanya cairan berwarna kekuningan. "Sayang." Bastian berhambur menyusul istri kecilnya. Lelaki itu tampak panik sambil mengurut tengkuk Bee. "Sayang, kau kenapa? Apa kau baik-baik saja?" cecar Bastian. Wajahnya sampai pucat karena terkejut mendengar istrinya yang muntah-muntah. "Perutku seperti dikocok-kocok, Tuan Suami," keluh Bee. Tatapan mata wanita itu tampak sendu. Padahal usia kehamilannya sudah memasuki bulan ketiga tetapi dia masih saja mengalami morning sicknesss. Bastian mengangkat tubuh wanita itu kembali ke ranjang mereka. Segera dia meminta para pelayan membuatkan minuman hangat untuk istri kecilnya. "Sayang, wajahmu pucat sekali!" Bastian mengusap d

