Faxel merenggangkan otot lengannya yang terasa kaku. Ia sedikit menariknya ke atas dan berusaha membuat agar otot yang sudah ia paksa bekerja selama empat jam terasa rileks. Kepalanya juga ikut menoleh ke arah kanan dan ke kiri dengan sedikit menariknya dengan bantuan tangan. "Selesai," gumam Faxel. Faxel membuka inrichternya yang sedari tadi ia tinggalkan di dalam tas. Terdapat dua puluh panggilan tidak terjawab dan sembilan pesan, semuanya berasal dari nama yang sama, Delwish. Jari-jari Faxel tergerak untuk membuka pesan yang dikirimkan oleh Delwish terlebih dahulu. "Apa dia gila mengajakku ke Brood sore hari?" tanya Faxel pada dirinya sendiri. Faxel membalas pesan Delwish. Beep ! Tidak perlu menunggu waktu yang lama, inrichter itu langsung berbunyi menandakan bahwa ada pesan masu

