bc

Pesona Mantan Istri (Delapan Tahun Setelah Bercerai)

book_age18+
1.8K
IKUTI
19.7K
BACA
HE
friends to lovers
boss
drama
bxg
mystery
brilliant
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Diperuntukkan untuk orang di atas 18 tahun ke atas yak.

Sequel "Pernikahan Rahasia Anak Kuliahan)

Lp tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan seorang wanita yang sudah berstatus sebagai mantan istrinya. Delapan tahun bukan waktu yang singkat dan mereka kembali dipertemukan dengan banyak hal yang sudah berubah. Wanita itu bernama Jihan.

"Apa kabar?" tanya Lp seakan tidak pernah melakukan kesalahan.

Baru mengatakan itu. Tiba-tiba wajahnya langsung terkena siraman kopi. Lp hanya bisa tertawa. Ia tidak marah sama sekali. Bahkan ia mengusap wajah seakan bukan masalah besar.

"Apa masih kurang?" tanya Lp sembari tersenyum.

Jihan hanya bisa memberikan tatapan tajam. Dari tatapan itu, Lp seharusnya sudah mengerti bahwa pertemuan tersebut tidak pernah diharapkan sama sekali. Bahkan hanya ada kemarahan yang sangat besar di dalamnya.

"Jihan..." panggil Lp. Sudah lama ia tidak menyebut nama itu. "Aku ti-"

"Stop!" Jihan menutup kedua telinganya. "Kamu sudah mati, brengs*ek!" lanjutnya lagi. Setelah itu Jihan keluar dari ruangan kerja Lp.

Note : Cerita hanya fiksi belaka

chap-preview
Pratinjau gratis
Kamu Tambah Tampan, Sayang..
"Kamu tambah tampan, sayang." Kalimat itu keluar dengan suara sexy. Lp yang mendengar itu langsung tersenyum lebar. Dia bisa melihat sosok perempuan yang tengah berada di atasnya. Peluh keringat membasahi perempuan tersebut. Lp tidak bisa menghentikan getaran pada tubuhnya. Dibawah cahaya lampu yang minim, ia bisa merasakan sensasi yang luar biasa. "Kamu tidak membenci ku?" tanya Lp dengan nafas yang tidak beraturan. Satu tangan mulus menyentuh pipinya. Terlihat senyum pada bibir merah yang sangat ranum tersebut. "Aku tidak bisa membenci kamu, sayang." Air mata Lp menetas. Dia benar-benar bahagia mendengar hal tersebut. "Kembalilah," lirihnya. "Kembali kemana?" "Kembali-" Bibir Lp terdiam setelah satu jari teluntuk berada di atas bibirnya. "Aku selalu bersamamu," potong perempuan itu. Lp kembali menangis. Bahkan ia menangis seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu. "Kembalilah... aku mohon." Perempuan itu tersenyum. "Kamu yang meninggalkan aku, Mas. Apa kamu lupa? Hati Lp teriris. "Aku tidak akan lupa. Tolong jangan membenciku, sayang." "Aku tidak membenci kamu, Mas." Tangan perempuan itu menyentuh d**a Lp yang terasa sangat sesak. Sentuhan demi sentuhan tidak bisa lagi dijabarkan dengan kata-kata. Lp hanya bisa menangis. Tapi ia tidak bisa menahan diri. Dalam waktu yang singkat, Lp sudah berganti posisi. Ia kini berada di atas perempuan tersebut. "Aku rindu," bisik perempuan itu. Hanya air mata yang keluar. Lp tidak mampu berkata-kata lagi. Saat ia ingin mencium perempuan tersebut. Tiba-tiba ada cahaya yang sangat terang. Lp langsung membuka mata. "Sorry, gue kira lo belum tidur," ucap Zero yang baru saja menghidupkan lampu kamar. Ia ingin mencari sesuatu. Lp terdiam dengan keringat yang bercucuran. Bahkan ia seperti orang bodoh. "Lo, mimpi buruk?" tanya Zero lagi. Melihat penampilan sang teman yang sangat berantakan. Ditambah keringat yang bercucuran padahal pendingin ruangan menyala. Lp hanya diam. Nafasnya masih tidak beraturan. "Are you okey?" Zero khawatir. Kali saja sang teman kerasukan makhluk jail. "Woi!" tegur Zero lagi. Lp langsung tertawa miris. Tawa yang mengerikan bagi Zero. Apalagi bulu kuduknya jadi merinding. Kalau tahu begini, mending Zero tidak menginap. Tapi karena rumahnya ada sedikit renovasi makanya dia menumpang tidur disini untuk sementara waktu. Apalagi Yu sedang liburan. Tidak mungkin Zero numpang di rumah Hiro. Dia masih punya etika. "Lo kerasukan atau gimana?" Zero mundur sedikit ke belakang agar tidak terlalu dekat dengan Lp. Padahal ia hanya ingin mencari charger, tapi malah mendadak merinding seperti ini. Lp tidak menjawab. Ia bangkit dari ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Zero yang melihat itu hanya bisa melongok. Setelah Lp masuk ke dalam kamar mandi, Zero langsung berlari ke menuju kamar dimana ia menumpang tidur. Pintu dikunci untuk berjaga-jaga. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Ia naik ke atas ranjang dan langsung sibuk di grup yang terdiri dari dirinya, Agam, Yu, Hiro dan Lp. Sedangkan disisi lain, Lp langsung masuk ke dalam bathtub. Dia masuk dengan baju tidur lengkap. Entah apa yang dipikirkan oleh Lp sekarang. Yang jelas ia hanya ingin meredahkan segala emosi yang muncul. Air dingin tidak terasa sama sekali bagi Lp. Dia memejamkan mata, tapi bayang-bayang seorang wanita terus berputar-putar di dalam otaknya. Lp merasa berdosa, apalagi ia baru saja memimpikan sesuatu yang seharusnya tidak dimimpikan apalagi dipikirkan. Lp mengacak rambutnya frustasi. Wanita yang muncul di dalam mimpinya bernama Jihan. Jihan adalah mantan istri Lp. Jihan tidak lagi halal untuk dirinya. Tapi, bisa-bisanya Lp bermimpi yang tidak-tidak. Sebenarnya Lp sering bermimpi tentang Jihan, tapi jarang mimpinya seperti ini. Lp tidak mengatakan jika dia tidak pernah bermimpi seperti malam ini. Dia pernah bermimpi seperti itu, tapi sangat jarang. Apa yang sebenarnya terjadi? Lp hanya diam merenungi dosa-dosanya. Memimpikan sesuatu yang tidak dibolehkan. Apalagi rasa rindu dan rasa bersalah itu tidak bisa dihilangkan sama sekali. 8 tahun bukan waktu yang sebentar. Jihan adalah masa lalunya. Mungkin Jihan sudah punya kehidupan baru yang jauh lebih bahagia daripada bersama dengannya. Lp hanya bisa tertawa penuh kesakitan. Ini jalan yang ia pilih, maka penyesalan itu sudah sangat menyiksa Lp delapan tahun ke belakang. Disaat teman-temannya sudah bahagia bersama istri dan anak-anak mereka, tapi Lp tidak bisa membuka hati kepada siapapun. Apa tidak ada yang menyukai dirinya? Tentu saja ada. Bahkan tingkat ketampanan Lp hampir sama dengan Hiro dan Agam. Hanya saja kulitnya lebih gelap dari keduanya. Lp beredam selama tiga puluh menit. Tubuhnya tidak kedinginan sama sekali. Setelah itu, ia keluar dan mengganti pakaian. Tubuhnya sedikit lesu, kepalanya mendadak pusing. Mungkin hasratnya sedang naik dan tidak bisa disalurkan sama sekali. Menahan diri selama delapan tahun bukan hal mudah. Tapi Lp bisa melakukan itu. Meskipun uangnya banyak, tapi ia tidak akan pernah melakukan sesuatu yang dilarang oleh agama. Berendam dengan air dingin bisa mengurangi sedikit hasrat liarnya. Lp memilih keluar kamar untuk sekedar mengambil air minum. Kebetulan gelas di atas nakas sudah kosong. “Kenapa?” tanya Lp karena mendapati Zero yang berdiri seakan-akan takut pada dirinya. Lp bisa melihat hal tersebut. Apalagi lampu ruang keluarga tidak menyala. “Gue siapa?” tanya Zero sangat tidak masuk akal. Lp menghela nafas panjang. Ia tidak menjawab dan langsung melangkah ke dapur. Zero mengikuti dari belakang, tapi dengan jarak tertentu. Setelah ia mengadu ke grup, Agam dan yang lain langsung menyuruh Zero untuk memastikan keberadaan Lp baik-baik saja. Kalau tidak disuruh, Zero mana mau melakukannya. Takut, cuy. Haha. Lp sedang mencari sesuatu di lemari kaca. Zero memperhatikan dengan teliti. “Cari apa?” tanyanya. “Kotak obat.” “Bukan disitu,” ujar Zero. Ia langsung berjalan ke laci yang ada di bawah meja televisi. Ternyata benar saja, kotak obatnya berada disana. Zero meletakkan di atas meja. Ia tidak memberikan langsung kepada Lp. Tanpa banyak bicara, Lp mencari obat sakit kepala. Ia langsung memakan sebanyak dua butir. Lucu memang, yang punya rumah Lp tapi yang lebih tahu barang-barang di rumah ini malah Zero. Walaupun Zero tidak berani dekat dengan Lp, tapi jujur ia khawatir. Mana Lp langsung makan dua butir obat. Zero memperhatikan Lp dengan seksama. Tubuh lemas, rambut basah, baju tidur yang sudah berganti serta sakit kepala. Entah kenapa pikirannya mengarah ke sesuatu yang sering dialami laki-laki jika sedang menahan diri. “Lo mi-“ Belum sempat Zero selesai berbicara, Lp sudah masuk ke dalam kamar.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

BELENGGU

read
64.1K
bc

After That Night

read
8.1K
bc

The CEO's Little Wife

read
625.4K
bc

Revenge

read
13.2K
bc

Hasrat Istri simpanan

read
6.4K
bc

Aku ingin menikahi ibuku,Annisa

read
52.2K
bc

Istri Lumpuh Sang CEO

read
3.7K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook