10. Aku Siap Menunggu

867 Kata

Maya tidak langsung menjawab. Hatinya bergejolak. Ia menatap Danu, kemudian cincin yang berkilauan di kotak beludru itu. Ini semua terlalu cepat, terlalu mendadak. Namun, tatapan tulus Danu seolah mengunci hatinya. "Aku... aku butuh waktu, Dan," kata Maya akhirnya, suaranya nyaris berbisik. "Tapi, aku mau kita mencoba. Kita pacaran dulu, kita jajaki hubungan ini." Senyum Danu merekah. Ia menutup kotak cincinnya, meraih tangan Maya, dan menggenggamnya erat. "Makasih, May. Aku janji, aku akan buktiin kalau perasaanku ini serius." Danu merasa lega katanya, memang dia telah memikirkan ini sejak semalam, sejak ia diberitahu Tuan Kenzo mengenai kepindahannya ke kota lain. Sebenarnya, Maya merasa ini tidak adil bagi Danu. Danu pria yang banyak memberikan kontribusi bagi perusahaan Georgio C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN