Kenzo maju selangkah, meraih tangannya, lalu mengusapnya dengan ibu jari. Kulit Maya terasa halus di tangannya. Kenzo bisa merasakan, hangatnya kulit wanita yang sering ia curi pandang ini. Senyum tipis terukir di bibir Kenzo. Sementara Maya dari tadi diam saja. Ada perasaan yang aneh saat ini dirasakannya, menyergap tubuhnya. Kenzo terus menatapnya, masih terus mengelus tangannya. Ia tersenyum tipis, seolah menikmati setiap detiknya. "Aku hanya ingin kamu tahu, May," bisiknya, "bahwa ada sesuatu yang berbeda di antara kita." Maya dengan cepat menarik tangannya. Jantungnya berdebar kencang. Ia tahu, ia harus pergi sekarang juga. Ia menyambar tasnya di atas meja dan berbalik. Di dalam ruangan itu, yang tadinya untuk tempat Maya menyelesaikan pekerjaannya, Maya segera menarik tangann

