Ibunya bertanya tentang isi paketan yang diterimanya. “Nduk, dari siapa?” Maya membongkar isinya, ia menggeleng. Di dalamnya ada berbagai macam vitamin, buah-buahan, dan madu. Ada juga sebuah kartu ucapan. Ia membuka kartu itu dan membaca tulisan tangan yang cukup rapi. Ia hafal tulisan tangan itu, Kenzo. Ya, pria itu yang selalu menulis dengan cukup rapi. Tulisan tangannya ia sangat paham. Pria itu, meski menyebalkan tapi cukup rapi saat menulis dengan pena miliknya. ‘Untuk Maya. Semoga lekas sembuh dan bisa beraktivitas kembali. Istirahatlah.’ - Kenzo. “Pak Kenzo?” gumamnya tidak percaya. “Atasanmu?” “Iya, Bu,” “Perhatian banget, kamu bilang kalau kamu sakit?” Maya menunduk. Ibunya pasti mengira yang tidak-tidak. “Aku diminta lembur tapi aku tolak. Lagi nggak fit badanku, Bu,

