Suasana begitu hangat, pelukan mereka membuat kerinduan yang selama ini membuncah menjadi terluapkan. Malam itu terasa begitu singkat bagi Maya. Ia memeluk Danu semakin erat, seolah tak ingin melepaskan. Wangi parfum Danu yang khas, kehangatan tubuhnya, semua itu membuatnya merasa aman, tetapi juga sedih. Danu mengusap punggungnya, menenangkan. Sejenak hati Maya memang tenang tapi pikirannya tetap merasa terbayang saat pergi bersama Kenzo. Tapi ia akan menikah, besok jika hari itu datang, ia akan memberitahu Danu tentang kepergiannya bersama Kenzo. Ia menunduk, merasa napasnya tertahan di rambut Danu. Ia seolah terisak. "Hei," bisik Danu lembut, "jangan sedih begitu." Maya mendongak, matanya berkaca-kaca. "Aku akan merindukanmu," bisiknya, suaranya tercekat. Danu tersenyum, senyum

