23. Perkenalan Seorang Nenek

1308 Kata

"Pak Kenzo, kita mau ke mana?" tanya Maya, suaranya bergetar. Ia mencengkeram sabuk pengamannya. Jantungnya berdebar tak karuan melihat speedometer yang terus menunjuk angka tinggi. Kenzo tidak menjawab. Matanya fokus ke jalan. Wajahnya terlihat tegang, rahangnya mengeras. Maya semakin merasa ngeri. Padahal, ia sudah membuat janji dengan Danu untuk datang ke rumahnya. Mamanya Danu sedang sakit, dan Danu memintanya datang untuk membuatkan bubur nasi. "Pak Kenzo, saya ada janji dengan seseorang. Mamanya lagi sakit. Kita harus kembali, ke kantor, motorku masih disana," pinta Maya lagi, suaranya sedikit lebih keras. Kenzo meliriknya sekilas, lalu kembali fokus menyetir. "Kita akan ke tempat yang jauh lebih penting dari sekadar motor, May," jawabnya dingin. Maya terdiam, bingung dan takut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN