22. Mengulur Waktu

1290 Kata

POV Danu Desir angin malam terasa dingin saat aku melangkah di depan pintu rumah Kenzo. Lampu kamarnya masih menyala, menandakan ia belum tidur. Jantungku berdebar kencang, bukan karena hawa dingin, tapi karena rasa gelisah yang sudah membelenggu hatiku selama berbulan-bulan. Mama sudah mewanti-wanti dan mengharapkan ini selesai. Seharusnya ini selesai dari bulan lalu. Ada hutang yang harus segera dibayarkan. Aku tahu posisiku kini tidak bisa memberikan banyak bantuan untuk sang mama. Maya sudah aku hubungi untuk tidak menanyakan masalah ini pada Kenzo. “Biar aku saja, May. Kamu tidak perlu ikut-ikutan dalam masalah ini. Aku nggak mau Kenzo menganggapmu sebagai wanita yang mengatur hidupku,” “Baiklah, Dan. Aku akan selalu mendukungmu. Jangan banyak pikiran. Aku juga sedang memikirk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN