Maya menunggu mamanya Danu bicara, perasaannya tidak enak. Ia tak bisa menunggu lama dan bertanya lagi. Namun, yang ia dengar hanyalah isak tangis dari seberang telepon. Maya terkejut. "Tante ada apa?" tanya Maya, suaranya gemetar. "Maya," isak mamanya Danu, "Danu... Danu mengalami kecelakaan." Ponsel Maya terlepas dari genggamannya. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Tubuhnya lemas, kakinya terasa seperti jeli. Ia tidak percaya. Danu... kecelakaan? “May … Maya?” “Maya segera meraih kembali ponselnya, “Tante, gimana keadaan Danu sekarang?” “Danu … dia … dia belum sadar, dokter bilang, kepalanya terbentur, May,” Maya yang sangat syok segera berlari keluar, air matanya sudah tak terbendung. Ia berteriak, memanggil kedua orang tuanya. "Ayah! Ibu!" teriak Maya. "Danu... Danu kecelakaan!"

