Something Went Wrong

1149 Kata
" Tante udah mau pulang?" tanya Kiara yang melihat Bella nampak merapikan tas miliknya. " Iya sayang. Papa udah pulang kayaknya. Kiara bantuin tante pamit sama papa ya" " Iya. Nanti Kiara sampein. Tante, nanti jadi kan ke ulang tahun Sisi?" Bella menepuk jidadnya pelan. " Oh iya ya. Tante lupa ngasih tahu ke papa. Ya udahlah, besok tante kasih tahu ke papa. Lagian masih tiga hari lagi kan?" Kiara mengangguk. " Kalau gitu, besok kita ijin papa untuk nyari kado ya" " Yeaay... Tante baik banget. Kalau tante Mira, pasti nggak di bolehin. Semuanya harus ijin papa dulu." " Tante Mira?" (" Kemarin Wina, sekarang Mira. Dasar duda ganjen!") " Iya. Tante Mira itu tantenya Kiara yang dulu. Dia lagi minta libur sama papa karena ibunya lagi sakit di kampung. " Bella mengangguk. " Ya udah kalau gitu. Nanti kita ngobrol lagi ya sayang. Jemputan tante udah ada di depan. Kamu bobo ya. Tadi kan nggak bobo siang" " Iya tante Bella... i love you" " I love you more sayang" ucap Bella sambil mengusap rambut Kiara lalu mencium keningnya. Bella lalu berjalan menuruni tangga dengan perlahan. Berharap tidak menimbulkan suara yang bisa membangunkan mood tidak jelas dari majikannya. Sesampainya di pintu depan. Bella menghela napas lega lalu berlari menuju ojek online yang telah di pesannya. Niel lalu memasuki kamar Kiara dan menemukan kamar gadis kecilnya yang kini telah temaram oleh lampu tidur di atas nakasnya. " Papa...." " Belum tidur sayang?" " Baru mau tidur, pa" " Mmmm... Tante Bella udah pulang?" " Udah. Baru aja. Katanya jemputannya udah nunggu." " Oh, ya sudah. Kamu tidur aja ya. Udah makan?" " Sudah tadi sama tante" " Ya udah. Papa makan dulu ya" " Bye papa" Niel lalu mengecup pipi sang putri dengan sayang lalu kemudian kembali meninggalkan ruangan berwarna pink tersebut. Niat Niel yang tadinya ingin makan malam, terpaksa harus ia batalkan saat menerima telepon dari Wina. " Ya halo Win" " Niel, kamu belum tidur kan?" " Belum. Kenapa?" " Aku ada di dekat rumah kamu. Aku bawain makan malam" " Makan malam?" " Iya. Aku abis makan malam sama keluarga, dan aku inget kamu suka makanan ini. Jadi aku bungkusin buat kamu" " Ya sudah. Kamu masuk aja" Tak berselang lama, pintu rumah Niel kini diketuk seseorang dan dengan sigap Niel langsung membukanya. " Kamu nggak per---" " Kamu...?" tanya Niel heran lagi. " Hape saya ketinggalan di kamar Kiara" jawab Kiara meski Niel tidak menanyakan apapun. " Oh..." Niel lalu memberi Bella jalan agar ia bisa masuk. Bella langsung berjalan cepat dan menuju kamar Kiara meninggalkan Niel yang masih berdiri di balik pintu yang masih terbuka. " Niel, ini..." ucap Wina tiba-tiba sambil menyodorkan sebuah kotak makanan. “ Aku langsung bawa yang ini ke meja makan aja ya" ucap Wina lagi. " Iya, silahkan" jawab Niel sambil berjalan beriringan dengan Wina menuju meja makan. Bella yang kini menuruni anak tangga tersebut, tentu dapat mendengarkan Niel dan Wina yang sedang mengobrol sambil duduk di meja makan. Bella lalu menoleh pada Niel yang juga menoleh padanya ketika sadar Bella sudah berada di ujung tangga. Namun keduanya hanya saling terdiam hingga Bella kembali meninggalkan rumah tersebut dengan perasaan yang sulit ia jelaskan. " Kok nggak dimakan Niel? Bukannya kamu suka sate ini?" " Saya lagi nggak nafsu makan. Saya ngantuk banget" Sungguh Niel tidak tahu mengapa ia yang tadinya begitu lapar, tiba-tiba kehilangan nafsu makannya karena mengingat sorot mata Bella tadi. *** " Pagi Kiara" sapa Bella pada Kiara yang baru saja turun dari kamarnya sedangkan Niel sudah duduk di meja makan. Bella lalu meraih tubuh gadis kecil itu dan mencium keningnya dengan lembut. " Wangi banget sih anak manis" " Makasih tante" Mereka berdua lalu berjalan menuju meja makan untuk menikmati sarapan yang Bella siapkan karena hari ini Bu Wirna harus menemani Pak Adi yang sedang dirawat di Rumah Sakit. " Pa, Kiara suka banget kalau jidadnya di cium sama tante Bella" UHUK... Niel tersedak kopi yang sedang di minumnya. " Kopinya pahit" elak Niel tanpa ada yang bertanya padanya. " Soalnya, kata bu guru, kalau di ciumnya di jidad itu berarti tanda sayang. Dan anak kecil cuma boleh di cium di jidad sama di pipi. Bener kan pa?" Niel melirik Bella yang nampak acuh dan tetap menyiapkan makanan untuk Kiara. " Iya, sayang" " Oh ya, tante Wina ngajak kita makan siang." " Siang ini? Tapi... Kiara sama tante mau beli kado buat Sisi" " Kado?" " Iya, Sisi mau ulang tahun pa. Jadi Kiara mau nyariin kado dulu" " Ya udah. Habis makan siang, papa temanin. Tapi papa harus kembali ke kantor lagi jadi Kiara jangan lama ya"a Kiara mengangguk " Tante Bella?" " Ikut. Soalnya papa nggak mau kamu susah kalau papa ajakin pulang" " Maaf pak. Kalau boleh, saya biar tunggu di rumah saja." Ujar Bella. " Kenapa?" " Saya, mau beresin lemari Kiara" Niel mengangguk ragu. " Terserah kamu" " Ya udah, kamu siapin baju ganti ya" ucap Niel pada Kiara yang kembali mengangguk, meski itu mestinya ia sampaikan pada Bella. " Ini masakan tante?" " Iya. Kenapa? Nggak suka ya?" " Enak kok tante. Pasti karena tante bikinnya dengan hati yang senang. Karena sayang sama Kiara, makanya jadi enak. " " Bener banget sayang. Makan yang banyak ya. Tante ke dapur dulu" " Yaa... Tante makan disini aja. Please..." " Tante..." " Boleh kan pa?" tanya Kiara dengan suara memelas. Dan Niel hanya mengangguk. Bella menarik napas panjang lalu menarik kursi di samping Kiara. " Kenapa tante nggak makan?" Bella lalu tersenyum dan mulai mengambil sedikit nasi goreng buatannya ke atas piring miliknya. Hingga mereka kini telah tiba di sekolah Kiara, Bella dan Niel tetap diam membisu dan hanya sesekali menjawab pertanyaaan Kiara. " Nanti papa jemput ya sayang" " Iya, pa. Hati-hati ya. I love you papa" " I love you Kiara" Bella lalu menyambut uluran tangan Kiara yang mengajaknya untuk masuk dengan segera. *** Bella membukakan pintu untuk Kiara dan Niel yang telah pulang dari makan siangnya bersama Wina. " Tante..." seru Kiara sambil melebarkan tanganny hendak memeluk Bella. " Halo sayang. Ayo masuk. Yuk, kita ganti baju dulu" ajak Bella pada Kiara tanpa memperdulikan Niel. " Tante udah makan?" " Ng...Belum sih. Tante masih kenyang. Tadi tante beli burger aja sebelum pulang." " Tau gitu tadi Kiara bungkusin. Papa sih, buru- buru mau pulang" Niel hanya geleng kepala menatap kedua gadis beda usia itu bercerita sepanjang perjalanan mereka menaiki anak tangga. Tak lama kemudian, Bella turun dari kamar Kiara dan berjalan menuju dapur hendak mengisi tumbler air minum milik Kiara. " Kiara mana?" Bella melihat sembarang arah, kemana saja asalkan bukan pada Niel. " Di kamarnya. Kami mau belajar" " Nanti saja. Biarkan dia tidur siang dulu" Padahal, Niel ingin agar Bella makan siang terlebih dulu. " Baik, pak. Terserah bapak saja. Permisi" Entah mengapa kini Niel merasa ada sesuatu yang salah. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN