Kepulangan Nahda ke Indonesia tidak diketahui oleh banyak orang, hanya keluarga dan kerabat dekat yang mengetahuinya. Setelah kembali ke Indonesia pun Nahda belum kembali beraktifitas di semua organisasinya. Dia malah mulai bekerja di salah satu rumah sakit swasta, dimana dia pernah menjadi dokter muda di sana. Kahfi sendiri tidak mau memaksa Nahda untuk kembali ke organisasinya karena dia tau Nahda pasti butuh waktu untuk menyesuaikan diri.
Nahda yang biasa sangat ceria kini berubah tidak seperti biasanya, meski di depan orang lain dia terlihat biasa tapi sebagai saudara susuannya Kahfi tau ada luka di hatinya. Kahfi hanya bisa mengingatkan untuk menyerahkan hatinya pada Allah, menyerahkan segala urusan pada yang maha kuasa. Karena jodoh sudah allah atur sedemikian hingga nantinya akan indah pada waktunya.
Ketika Nahda sedang asik mengerjakan perkerjaannya tiba-tiba ada chat masuk dari Kahfi, yang mengingatkan akan acara keluarga mereka.
Saat itu Kahfi sedang bersama Aiman, seseorang yang dia rasa memang tertarik pada Nahda.
"Bro, boleh tanya gak gua?" Tanya Kahfi to the point
"Insya Allah kalau ana bisa jawab, ya ana jawab" jawab Aiman. Merasa mendapat respon positif dari Aiman, Kahfi tidak sungkan untuk bertanya langsung atas apa yang dia curigai.
"Jujur ya ke gua, lu ada some feel ke Nahda kan?" Ceplos Kahfi.
"Some feel gimana? Ada-ada aja ente nih" kilah Aiman.
"Iya, lu ada perasaan lebih kan ke Nahda? Jujur aja ke gua. Meski kita taulah Nahda mantannya Gaozan, sahabat kita sendiri tapi kan Gaozan sendiri yang milih perempuan lain dan ninggalin Nahda." Desak Kahfi
"Apaan sih fi, kenapa ente jadi begini? Kecewa sama Gaozan boleh tapi ya jodoh kan Allah yang tau, kita tidak bisa tau dengan siapa kita akan berjodoh" Aiman masih coba berkilah
"Yeee, gua mah biasa aja. Tapi gua ngerasa lu ada feel sama Nahda, ya gua fikir kenapa engga dukung sahabat sendiri selagi bokapnya belum kasih kabar bahagia lain" Kahfi mulai bermain kata.
"Secara seorang Nahda gitu, pasti banyak yang mau. Apa lagi yang cowok cari coba? Cantik? Jangan ditanya deh kalau masalah itu. Pintar? Jelas, dokter spesialis sekarang. Bibit? Satu garis keturunan sama gua. Iman? Insya allah baik dan lagi berusaha untuk lebih baik." Lanjut Kahfi.
"Pikirin dulu aja, kalo lu udah siap bilang ke gua. Gua pasti bantu kok" ucap Kahfi.
"Ente kenapa jadi ngaco fi? Katanya mau ke tempat abi Luthfi, bareng aja sekalian ada kajian hari ini" balas Aiman.
Sorry Fi, nanti ana pasti cerita tapi bukan sekarang waktunya. Lanjut Aiman dalam batinnya.
Setelah itu mereka bergegas ke rumah Abi Luthfi sebab Kahfi sudah janjian dengan saudaranya yang lain dan Aiman sendiri ada jadwal kajian dengan Abi Luthfi.