“Alaina?” Langit memanggil Alaina. Alaina yang masih duduk di lantai demi menetralisir semua yang dialaminya, segera berdiri menuju Langit yang masih berapa di dalam ruangan pakaian. “Ya?” tanya Alaina. Dia memerhatikan Langit yang sedang berusaha melepaskan jas pengantin dari patung dengan hati-hati. “Bisa bantu aku?” lirik Langit dari balik bahunya, “aku mau membawa ini ke butik mama.” Alaina menurut. Dia membantu Langit melepaskan pakaian pengantin itu dari patung. Setelah terlepas dari patung, matanya tertumbuk pada sebuah kantung kertas yang terselip di belakang patung itu. Mata Langit pun tertuju pada benda yang sama. “Coba ambil.” Perintah Langit yang dituruti oleh Alaina. Alaina mengambil kantung kertas yang berukuran besar itu dengan salah satu tangannya. Kantung kertas it

