Matanya tertuju bukan pada deretan pakaian yang menggantung tetapi pada dua buah patung yang memakai pakaian pengantin. Matanya terserap pada gaun pengantin yang memiliki desain sangat sederhana. Tanpa dia sadari, kakinya melangkah masuk ke dalam ruangan itu. Diulurkan tangannya meraba gaun tersebut. Gaunnya sangat lembut dibawah sentuhannya. Gaun tersebut terbuat dari satin berwarna putih bersih. Tidak ada hiasan atau payet. Hanya murni sebuah gaun panjang dengan bagian bawah yang sedikit mengembang dan ada pita besar di bagian belakang pinggang. Bagi Alaina, gaun itu begitu indah. Tangannya beralih pada pakaian pengantin pria. Alaina meraba jas pengantinnya. Warnanya putih dengan ada sedikit warna hitam di pinggiran jahitannya. Saat tangannya meraba bagian kantung jas pengantin itu, ta

