Alaina menggeleng. Dia melihat makanan Langit yang masih banyak, “habiskan saja makanmu. Kamu taruh mana kertas catatanmu? Aku catat apa saja yang harus kamu beli.” “Di sekitar laci dapur. Cari saja.” Jawab Langit lalu kembali makan. Alaina kembali ke dapur. Dia membuka semua laci dapur untuk mencari kertas catatan. Dan matanya menemukan kertas catatan di salah satu laci bersama dengan penanya. Dia membawa kertas catatan itu ke meja makan lalu duduk. Diliriknya Langit yang sedang sibuk makan. Alaina mencatat bahan makanan apa saja yang harus di beli oleh Langit. “Buat jadi satu bulan.” Kata Langit seraya mengunyah. Alaina bergumam sebagai jawabannya. Catatannya tadi hanya untuk satu minggu lalu dia coret untuk satu bulan. Entah berapa rupiah yang akan dikeluarkan oleh Langit nanti. Se

