“Enggak bisa, Ayah menolak!” Alaina masih tidak bisa menahan keterkejutannya. Ayahnya menolak? Lalu dia harus senang atau sedih? Bagaimana jika dia hamil? Lalu apa yang harus dilakukannya jika itu terjadi? “Yah, dengar dulu.” “Ayah kecewa.” Sela Ayahnya. Alaina menahan gejolak dalam dirinya. Dia gamang. Entah dia harus bersikap bagaimana sekarang. “Ayah, mana Mama?” Lalu terdengar suara Mamanya yang mengatakan bahwa dia enggan berbicara pada Alaina. Hal itu membuat Alaina merasa bersalah dan sedih. Air mata berada diujung pelupuk matanya dan siap tumpah. “Apakah memang benar Sandi selingkuh?” Ayahnya menanyakan lagi untuk beberapa kali. Dia teringat supir Langit dan beberapa orang yang mengetahui itu termasuk Langit. “Benar, Yah,” jawab Alaina, “semua orang tahu.” Lalu terdenga

