“Jadi kalian akan mengadakan resepsi di Malang?” Nenek Diana bertanya seraya mengunyah makan siangnya. Alaina tersenyum sebagai jawabannya. Mata Nenek Diana melihat piring Alaina lalu alisnya terangkat, “kamu enggak makan nasi?” tanyanya. Alaina sibuk makan buah stroberi daripada seperti yang lain makan siang dengan porsi berat. Alaina menggeleng, “nanti saja, Nek, belum lapar.” Padahal dia sedang berusaha mengenyahkan perasaan tidak enak dalam perutnya. Alaina mengusap pelan perutnya. Makan stroberi membuat perutnya sedikit lebih baik. Langit melihat bagaimana Alaina mengusap perutnya perlahan membuatnya mengulurkan tangannya dari bawah meja. Dia menyingkirkan perlahan tangan Alaina lalu ganti mengusap perut wanita itu. Langit yang mengusap perutnya perlahan itu menimbulkan sensas

