Penolakan

1958 Kata

“Saya sudah bertunangan.” Suara Alaina menjawab dengan serak dan Langit dapat mendengar nada bimbang dari ucapan wanita itu. “Saya tahu.” Jawab Langit, “saya hanya mengutarakan apa yang selama ini saya pendam. Jika kamu enggak membalas perasaan saya, saya paham.” Setelah mengatakan itu, sebuah beban berat seakan terangkat dari pundaknya. Langit menghela napas lega karena berhasil mengungkapkan perasaannya pada Alaina. Dia tidak peduli dengan perasaan yang Alaina miliki untuknya. Yang penting, dia telah mengutarakan semua perasaannya pada Alaina. “Maafkan saya, Pak,” bisik Alaina setelah beberapa lama mereka terdiam. Jam di dapur Langit berdetik pelan, “saya enggak bisa balas perasaan Bapak. Saya akan menikah beberapa bulan lagi.” “Ya. Saya mengerti.” Langit menyentuh dadanya lalu merin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN