Alaina memutuskan untuk pulang lebih cepat. Bukan permintaan Langit melainkan Sandi yang tidak ada kabar. Sulit di telepon dan mengirim pesan singkat pun tidak bisa. Dia khawatir begitu juga kedua orang tuanya. Mama dan Ayahnya meminta Alaina cepat kembali ke Jakarta. Sandi yang tinggal sendiri jauh dari orang tua membuat kedua orang tuanya pun memikirkannya. Sandi sudah dianggap sebagai anak sendiri. Alaina datang saat hari sudah beranjak sore. Dia sudah memberitahukan Sandi melalui pesan singkat bahwa dirinya akan pulang ke Jakarta namun tunangannya itu tidak membalas atau pun meneleponnya. Alaina menyentuh dadanya yang berdetak. Dia takut jika Sandi terjadi sesuatu. Alaina mendatangi tempat kerja Sandi namun tempat kerjanya tutup lebih awal. Alaina memiliki kunci duplikat rumah Sandi

