“Langit?” gumam Alaina. Matanya menatap angka yang bergerak naik. “Ya.” “Mengenai pakaian itu—” “Gajimu kupotong kalau itu yang kamu inginkan.” Langit memotong ucapan Alaina yang membuat wanita itu mendongak menatap Langit yang menjulang di sampingnya. “Ya. Terima kasih.” Alaina menghela napas lega. Setidaknya dia tidak berutang pada Langit. Langit menggeleng samar. Dia tidak akan memotong gaji Alaina. Dia mengatakan itu hanya demi membuat wanita itu merasa dihargai. Dia akan melakukan apapun agar wanita itu perlahan berpaling dari Sandi. Lift berhenti di lantai paling atas. Saat lift terbuka, ruang tamu yang luas menyapa penglihatan Alaina. Apartemen mewah bergaya art deco. Alaina terpaku sesaat. Semua yang ada di apartemen itu meneriakkan kemewahan. Apartemen Langit luas, dua k

