Apartemen

1656 Kata

Alaina menyusutkan air matanya. Berjauhan dengan kedua orang tua adalah hal yang tidak diinginkan. Namun karena ekonomi mereka yang kian buruk membuat Alaina mencari pekerjaan yang lebih baik lagi dengan gaji yang dapat membantu taraf hidup kedua orang tua agar lebih baik. “Jangan nangis, Sayang.” Mama menghiburnya. Kantor yang sepi dan luas membuat tangisan Alaina terdengar jelas menggema. “Kangen Mama dan Ayah.” Ucap Alaina diantara tangisannya. Dia teringat bentakan Langit tadi pagi dan dia yang dikunci di kantor oleh pria itu bagaimana jika Langit lupa bahwa dirinya masih di ruangan ini? Bagaimana jika Langit malah pulang? “Kalau liburan, sempatkan pulang, ya, Nak. Mama dan Ayah kangen Alaina.” Alaina mengangguk saja. Dia tidak tahu kapan bisa pulang ke rumah orang tuanya di Mal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN