Sepanjang pagi itu Langit menyibukkan diri. Pekerjaannya banyak. Apalagi dia mengambil alih perusahaan Superior. Perusahaan itu menurutnya butuh perubahan besar. Dia menolehkan kepalanya pada Alaina yang duduk di seberang. Wanita itu sedang sibuk dengan layar komputer dan telepon. Sedang mencatat entah apa. Langit menyandarkan punggungnya di kursi. Waktu sudah hampir makan siang saat ini. Diperhatikannya Alaina yang mengangguk-angguk saat menerima telepon. Jari jemarinya sedang mencatat sesuatu di sebuah buku agenda. Gawainya berbunyi. Langit segera menjawab dengan suara pelan. “Ya?” “Pak, saya sudah melaksanakan perintah.” Jawab pria di ujung telepon. “Kamu sudah ada fotonya?” tanya Langit lagi. “Sudah, Pak." Langit mengangguk puas. “Bagus.” Katanya lalu menutup telepon. Dia me

