Spekulasi

1909 Kata

“Kumiliki raganya tetapi hatinya masih saja padamu.” Jessica geram seraya tangannya siap meremas leher Alaina. Mata Alaina melebar. Dia takut. Sangat takut. Brak! “Mba? Tolong keluar!” suara seorang wanita mengagetkan Jessica yang segera menurunkan tangannya dari leher Alaina. Alaina menoleh lalu berdehem demi melegakan dirinya. Diam-diam dia berterima kasih pada Tuhan karena masih menyelamatkannya dari maut. Seorang perawat menatap garang Jessica. Ditangannya terdapat sebuah nampan berisi beberapa obat-obatan dan makanan. Jessica menyengir, “saya temannya, Bu.” “Bukan, Bu.” Alaina menajawab cepat, “suruh dia keluar, Bu.” “Teman atau bukan, ini bukan jam besuk. Enggak boleh datang!” perawat berkata lagi. Jessica memutar matanya lalu menatap Alaina dan mengatakan dari sorot mata ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN