Rencana

2079 Kata

“Dia bersembunyi di apartemenmu.” “Apa?” Langit kembali menegaskan apa yang Tessa katakan. Apartemennya? Bagaimana bisa? “Ya.” Jawab Tessa pelan. “Bagaimana bisa?” “Mungkin,” suara Tessa memelan, “Alaina pernah membawa Sandi ke apartemenmu dahulu. Jadi orang itu menyimpan di memorinya mengenai itu.” Perkataan Tessa membuat Langit serta merta menatap Alaina yang masih tidur. Apakah mungkin seperti itu? Tetapi kemungkinan itu ada mengingat dahulu betapa Alaina sangat mencintai Sandi dan menuruti apa pun kemauan pria itu. “Lalu?” Langit berdoa semoga Sandi tertangkap. “Sandi sudah tertangkap tetapi polisi masih mencari dalang dari pelaku pembunuhan karena ternyata bukan Sandi yang membunuh Mayang. Ada orang lain yang melakukannya dan masih berkeliaran.” Jawaban Tessa membuat Langit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN