“Bagaimana kalau kita berbicara baik-baik? Ya?” Alaina menggeleng. Tangannya menggapai pegangan tangga agar dia tidak jatuh dari sana. “Bagaimana kalau kita bersama lagi?” katanya dengan nada pelan. Alaina menggeleng. “Kamu sudah gila.” Ya, penyusup itu Sandi. Dia tertawa terbahak sekarang lalu kemudian dia diam. Ditatapnya Alaina, “bayangmu enggak bisa kuenyahkan begitu saja. Aku masih mencintaimu dan aku ingin kita kembali. Kita bisa mulai dari awal? Bagaimana? Terdengar menyenangkan?” Alaina menggertakkan giginya, dia teringat perbuatan tercela itu. “Saya enggak akan kembali padamu. Saya sudah bahagia bersama—” “Orang kaya ini?” Sandi memotong ucapan Alaina, “dibayar berapa kamu sama dia? Hah? Apakah dia lebih hebat di ranjang? Apakah aku kurang hebat di ranjang?” “Gila.” Alai

