Panik

1304 Kata

Alaina menggeleng. Dia tidak ingin membuat panik orang. “Cuma kram. Mungkin saya kelelahan jalan.” Gumamnya masih meringis. “Mau saya teleponkan Pak Langit, Bu?” asistennya sudah ingin mengeluarkan gawainya untuk menelepon Bram namun Alaina menggeleng. “Jangan,” gumam Alaina lalu mencoba berdiri, “Bapak lagi sibuk. Saya enggak mau ganggu.” Gumamnya lagi. Pusat perbelanjaan yang ramai membuat beberapa orang yang lewat memerhatikan Alaina yang meringis. Alaina memasang senyumnya lalu mencoba menarik napas. Perutnya masih kram dan dia tidak tahu kenapa. Alaina mencoba berjalan perlahan. “Bu, apa mau saya sewakan kursi roda?” asistennya benar-benar khawatir melihat majikannya yang berjalan tertatih. Alaina menggeleng. “Enggak apa-apa. Cepat, saya mau pulang saja.” Alaina tidak sanggup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN