“Aneh.” Langit mengulang lagi ucapannya yang tadi. Tadi dia panik setengah mati karena Alaina merengek perutnya sakit. Dia yang sedang melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan jadi takut dan menyingkatkan kunjungan kerjanya. “Mungkin anakmu kangen kamu.” Alaina mengatakan itu dengan berbisik. Suaranya hampir tidak terdengar. “Hah?” Langit seperti mendengar Alaina berbicara. Wanita itu menggeleng, “enggak.” Katanya. “Sayang, apa tadi kamu bilang?” Alaina menggeleng. “Hm,” Langit terdiam lalu sebuah ide muncul, “bilang aku atau kamu aku gelitik. Mau?” Aliana paling tidak suka digelitik. Dia pasti akan pipis di celana jika hal tersebut terjadi. “Oke-oke.” Dia menyerah, “kupikiranakkukangenkamu.” Katanya dengan jawaban cepat lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia malu. Lu

