Nami tengah berolahraga kecil sembari mengeringkan rambutnya di kipas angin. Dia malas menghidupkan hair dryer yang memakan daya listrik cukup besar. Nami meregangkan tangan dan juga kakinya sembari mengatur napas. Udara masih cukup dingin di pagi itu. Masih pukul setengah enam lewat. Rencananya dia dan Kenzo akan mengajak Dean untuk menyusuri daerah Menteng. Mereka akan makan bubur ayam Cikini H.R. Suleman. Semalam Dean yang bertanya kepada Kenzo mengenai makan unik Indonesia lainnya. Banyak pilihan yang disebutkan Kenzo, kemudian pilihan jatuh ke bubur ayam. Sebentar lagi mereka akan pergi menjemput Dean yang tadi mengabarkan bahwa dia sudah siap. Jarak rumah Nami dan Dean tidak terlalu jauh, hanya sepuluh menit. Setelah merasa rambutnya sudah cukup kering, Nami memakai baju santai dan

