Fifty Six

1388 Kata

Nami bangun hampir pukul sembilan pagi. Semalam ia begadang karena menulis. Awalnya ia berniat tidur ketika lelah pulang bekerja, tetapi saat sampai di rumah dan tengah mandi, Nami tiba-tiba mendapat inspirasi menulis. Langsung saja setelah berpakaian dengan handuk masih di kepala dan juga tidak sempat menggunakan perawatan wajah, Nami tenggelam dalam dunianya sendiri. Ia sudah mengabari Dean bahwa mungkin pria itu akan ia abaikan semalam suntuk karena ia ingin menulis. Untungnya Dean mengerti. Dia sendiri tengah sibuk bekerja mempersiapkan restoran barunya. Dia sudah menceritakan idenya kepada Jeremy dari beberapa hari yang lalu. Jeremy sangat setuju soal rencana Dean yang akan membuat restoran Indonesia di sekitaran Manhattan. Dia berencana akan menghubungi Neil untuk minta dikenalkan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN