Jun Liu dan David saling tatap. Tak ada satupun dari mereka yang memalingkan wajah. Kekesalan Jun Liu telah menumpuk kepada David dan begitupun sebaliknya. Dua orang dengan sifat yang saling bertolak belakang ini bersitegang. Tatapan mereka seolah menunjukkan bahwa mereka sedang berhadapan di medan perang. "Kenapa kau diam? apa karena topengmu telah terbuka?" tanya Jun Liu kemudian. "Paman Jun, hentikan omong kosong mau. Kita harus segera mencari cara bagaimana keluar dari tempat ini. Bukan waktunya untuk saling menuduh satu sama lain, hanya tinggal satu jam lagi, kau ingin salah satu dari kita mati?" "Hahaha, kau pintar sekali mengelak. Aku sangat salut atas caramu menarik simpati semua orang." "Paman Jun, percaya atau tidak, aku bukan pembunuh. Sekarang berikan kertas itu, kita harus

