Keadaan Marry dan Mashi tidak begitu baik. Marry menatap Mashi tajam. Mereka bersitegang selama beberapa menit, sebelum akhirnya Mashi hanya mengangkat bahu dan tidak begitu mempedulikan Marry yang sangat jengkel padanya. Marry hanya bisa menghela nafas. Dia tak bisa berkata apapun lagi, dan segera beranjak meningkatkan Mashi dengan kesal. Mashi masih duduk menyandar di batang pohon pinus yang keras. Dia menunduk sejenak, lalu tersenyum tipis. "Kapan permainan ini akan berakhir? Ini benar-benar membosankan," gumamnya sambil menghela nafas. Mashi berdiri lalu berjalan perlahan sambil menatap sekeliling. "Hutan ini juga benar-benar membosankan, kenapa harus membuat tempat seperti ini? hah, empat puluh menit lagi," ucap Mashi sambil menunduk menatap jam tangannya, "Biasakah yang akan mati

