Kevin dan Mashi akhirnya bergerak ke pondok. Di perjalanan Mashi menatap Kevin, Kevin balas menatap Mashi kebingungan. "Kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Kevin yang hampir bisa memahami sifat Mashi. "Hmm bukan apa-apa," "Aku tahu kau ingin menanyakan sesuatu. Katakan saja," "Kau ... selama yang lain tertidur, tidak mengendap keluar pondok, kan?" "Hahaha, kau mencurigaiku lagi. Lihat aku. Kau punya otak yang pintar dan kepekaan yang tinggi. Apa aku terlihat seperti orang yang bisa menyabotase sesuatu." "Hmm, aku rasa tidak. Setidaknya kau tidak bisa sejahat Jun Liu," "Tentu saja. Lagipula aku pernah menjadi pembunuh. Aku tahu betul Bagaimana cara kerja sistem permainan ini. Jika aku pembunuhnya, walau tenaga ku tidak seberapa, aku pastikan saat ini mungkin sudah akan ada korban ji

