Kau akan menyiksaku lagi? Atau akan mengataiku murahan lagi? *** "Kau mendapatkan apa yang kumau?" tanya Alarick pada salah satu pengawalnya yang berjalan mendekatinya dengan kantung plastik. Pengawal itu hanya memberikan kantung plastik itu dengan sigap pada Alarick. Alarick membuka kantung plastiknya dan tersenyum senang. "Bagus." Alarick kemudian berjalan dengan langkah panjang di koridor rumah sakit untuk menuju ke ruangan Valerie. "Valerie." Panggilnya di depan pintu. Tok! Tok! Tok! Tok! Dia mengetuk pintu ruangan Valerie dengan nada ala-ala di film Frozen. "Do you wanna build the snowman?" Hening sejenak. Alarick menunggu dengan harap-harap cemas, takut jika Valerie akan marah dalam jangka waktu yang lama. Alarick sampai harus menggigit bibirnya dan menundukkan kepala dengan ra

