Tidak, Valerie. Aku membutuhkanmu di sini. Kumohon, maafkanlah cucuku. Jangan membencinya. *** Alarick masuk ke dalam ruangan kerja Kakeknya diikuti oleh Valerie dan kedua temannya. Di ruangan Kakeknya sudah ada Abimayu yang duduk dengan Kakeknya di sofa yang berada di ruang tengah. "Kakek." Panggil Alarick yang membuat Kakek dan Abimayu mengangkat kepalanya menatap Alarick. "Oh, kau sudah pulang? Bagaimana hasilnya?" "Hasilnya, tetap tidak memuaskanku." "Kau ini! Kau merepotkanku dan Valerie, tahu???" "Tidak. Dan Kek, berhentilah memperkerjakan Valerie. Dia calon istriku sekarang." "Sir!" "Calon istri?" tanya orang-orang yang baru mendengar ucapan Alarick. Mereka memelototi Alarick. "Kau!!" Mr. Damian langsung melompat dari sofa dan menerjang Alarick. Tangan keriput Mr. Damian m

