Jadi, itu tenggat waktuku, Al? Sebulan? Baiklah Valerie, persiapkan dirimu untuk berpisah dengan Alarick. *** Hening. Setelah dokter berlalu pergi dari sana, Alarick maupun Valerie sama-sama diam di ruang rawat Valerie. Yang satu karena marah, satunya lagi karena merasa bersalah. Valerie mengubah posisi tidurnya menjadi berbaring membelakangi Alarick. Alarick menjadi makin merasa bersalah melihat punggung Valerie yang ringkih. Alarick menelan ludahnya susah payah. Matanya tak lepas pada punggung Valerie. "Kau masih marah?" tanyanya sambil memberanikan diri mengusap rambut Valerie. "Ayolah sayang, jangan marah. Aku tidak sengaja." Alarick tersentak mundur saat Valerie membalikan tubuhnya dengan cepat. Matanya melotot pada Alarick. "Siapa yang kau panggil sayang hah?? Aku??" tanya Vale

