Aku mencintainya. Tapi Alarick tidak mencintaiku. Kupikir, akan lebih baik jika aku pergi dari Alarick saat dia menemukanmu. *** Sampai di rumah sakit, tatapan mata Alarick menghunus tajam pada 3 bodyguard dan 1 supirnya yang berdiri di depan gedung rumah sakit sambil menundukkan kepala saat Alarick datang. Sampai di depan mereka semua, dengan kejamnya Alarick menendang dan menampar wajah bawahannya masing-masing. Napas Alarick memburu marah menatap bawahannya. "Kenapa Valerie bisa pingsan? APA KALIAN TIDAK BECUS MENJAGA VALERIE??" teriak Alarick tanpa mempedulikan orang-orang yang menatapnya tertarik. Alarick menjitak anak buahnya sekuat tenaga. "Tuli hah? TULI??" Kringg kringg! Dering telfon Alarick membuat Alarick mengalihkan pandangannya dan menatap layar ponselnya dengan kening

