41. Akhirnya ...

1940 Kata

Mendung di bawah langit kota ini membuat suasana begitu dingin dan tampak sunyi saat melihat jalanan yang biasanya sibuk dengan lalu lalang kendaraan kini hanya kesunyian yang di rasakan. Erina duduk di kamarnya dengan harap-harap cemas, ia selalu begitu tiap ada di kamar ini. Trauma yang ditinggalkan Adrian padanya begitu dalam sehingga ia kerap berjaga-jaga. Adrian masuk ke kamar dan ia langsung kaget dan terperanjat, membuat pria itu menatapnya dengan aneh. "Kamu kenapa selalu takut kalau ada aku di sini? Kamu pikir aku menakutkanmu?" Adrian mulai gusar dan tak suka dengan tingkah Erina. "Itu hanya pikiranmu saja, aku ... ehm aku tak mungkin begitu," "Tak mungkin begitu bagaimana? Aku bukan pria yang tak peka, ya. Ingat kamu disini sebagai istri yang harus tahu kalau aku juga bisa m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN