42. Di Pavilun

1322 Kata

Semua tas yang telah ia siapkan sudah berada di depan paviliun, ada seorang teman dari pelayan yang datang membantunya. Ia yang tahu persis bagaimana kehidupannya. Meski begitu, ia tak pernah bercerita pada siapapun tentang apa yang terjadi padanya. Begitu juga dengan kehidupan pribadinya. "Terima kasih, ya sudah membantuku," "Iya, hati-hati tinggal disini, jika kamu takut setel saja surat murotalan, pasti nanti kamu akan betah tinggal disini dan tak takut," Erina mengangguk, ia merasa senang karena bisa lepas dari Adrian meski statusnya masih menjadi istri pria itu. Tapi, ia terlepas tak tinggal satu kamar dengan pria yang suka emosi padanya. Betapa bahagianya dia saat membuka pintu paviliun yang bisa dibilang luasnya cukup lumayan. Ia masuk ke dalam sembari mengucapkan bismillah agar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN