Karena kakinya yang sakit dan susah untuk berjalan, akhirnya Adrian memutuskan mereka untuk menginap di pondok dan menikmati indahnya suasana hutan di malam yang begitu sunyi dan sangat lengang. Erina meringkuk di atas tempat tidur dan terdiam tak bisa memejamkan matanya. Ia mengelus pahanya yang sakit. Rasanya pegal dan tak enak, ia tahu bagaimana sakitnya luka yang robek tapi keinginan untuk pulang ke rumah lebih besar ketimbang menginap di tempat ini. Sesungguhnya ia sudah bilang pada Adrian kalau ia keberatan dan tak ingin mereka bermalam disini, tapi Adrian bilang kalau ia harus istirahat sejenak di pondok ini agar sakitnya berkurang jika tak banyak bergerak. Terpaksa ia menurutinya meski hatinya berat dan tak bisa mengantuk jadinya. Seharusnya ia sudah tidur karena siang ia begitu

